|
|
Lewat MDS, Warga Kenali Sumber Daya Lingkungannya |
|
|
|
|
Written by Yossy Suparyo
|
|
Sunday, 10 May 2009 13:06 |
Mengenal Desa Sendiri (MDS) merupakan metode untuk memetakan sumber daya di wilayah desa. Metode ini semakin digemari oleh beragam komunitas untuk menggali data, informasi, dan pengetahuan yang bersumber dari komunitas mereka.
MDS berisi rangkaian kegiatan yang memadukan beragam pendekatan dan teknik disiplin ilmu, seperti pemetaan, ilmu hayat, arsitektur, sejarah, dan komunikasi. Misalnya, Karangtaruna Cinangsi, Kecamatan Gandrungmangu, Cilacap membuat film yang menceritakan tentang potensi desa mereka. Mereka merekam kegiatan pasar desa, industri-industri rumah tangga, pengajian, kebun, dan pelayanan kesehatan di Pos Pelayanan Terpadu.
|
|
Read more...
|
|
|
Cara membuat pupuk cair organik |
|
|
|
|
Written by diposting hasanto (dikutip dari http://petanidesa.wordpress.com)
|
|
Tuesday, 21 April 2009 08:47 |
Bahan dan Alat: 1 liter bakteri 5 kg hijau-hijauan/daun-daun segar (bukan sisa dan jangan menggunakan daun dari pohon yang bergetah berbahaya seperti karet, pinus, damar, nimba, dan yang sulit lapuk seperti jato, bambu, dan lain-lainnya) 0,5 kg terasi dicairkan dengan air secukupnya 1 kg gula pasir/merah/tetes tebu (pilih salah satu) dan dicairkan dengan air 30 kg kotoran hewan Air secukupnya Ember/gentong/drum yang dapat ditutup rapat
|
|
Read more...
|
|
Written by lamuk
|
|
Tuesday, 21 April 2009 08:29 |
|
Anda jenuh, marah, jengah, suntuk dan jengkel dengan iklan kampanye para calon legislatif (caleg) dari parpol selama kurun waktu menjelang pemilihan umum (Pemilu)? Inilah solusinya. Di tengah caleg iklan pemilu yang mengumbar kebohongan, dusta dan janji, kami menemukan sindiran menarik tentang cara para caleg berkampanye dan berbohong. Tidak tanggung-tanggung, sindiran itu disampaikan oleh Jemek Saprdi sang maestro Pantomim Indonesia.
|
|
Last Updated on Tuesday, 21 April 2009 08:56 |
|
Read more...
|
|
|
Perempuan Juga Punya Hak Politik |
|
|
|
|
Written by Edi Purwanto
|
|
Sunday, 19 April 2009 01:52 |
|
dalam panggung politik selama ini belum bisa maksimal. Dalam sejarah pemilihan umum, masyarakat Indonesia masih menjadikan perempuan sebagai pilihan kedua untuk menduduki jabatan politik. Hal ini bisa dibuktikan dari data yang ada dalam sejarah politik Indonesia sejak pemilihan pertama tahun 1955.
|
|
Last Updated on Tuesday, 21 April 2009 08:54 |
|
Read more...
|
|
Konferensi Seluler sebagai Strategi Baru dalam Manajemen Konflik Sosial |
|
|
|
|
Written by Ridwan Munawwar
|
|
Tuesday, 17 March 2009 00:00 |
|

Sampai saat ini Indonesia masih menjadi salah satu negara yang rawan akan berbagai macam konflik sosial. Dari yang bermotif politik, ideologi, konflik antaretnis, kelompok versus negara (konflik vertikal) sampai sentimen antarkelompo k keagamaan. Kesemuanya itu telah mengakibatkan berbagai hambatan yang tajam bagi kebudayaan dan peradaban dan nyaris mengakibatkan disintegrasi bangsa yang majemuk ini. Tak pelak lagi, konflik antaretnik adalah salah satu masalah nasional terbesar yang saat ini kita hadapi. Di tengah suasana zaman yang rentan konflik ini, sudah seharusnya kita menilik dan memaksimalkan kembali fungsi infrastuktur komunikasi sebagai bagian dari prasarana sosial yang tugas utamanya adalah mempererat ikatan dalam suatu masyarakat. Sistem komunikasi amat berperan dalam membentuk masyarakat terbuka (open society). Banyak permasalahan sosial yang sesungguhnya berakar pada permasalahan komunikasi. Maka dari itu, sistem komunikasi sosial yang baik dan efektif merupakan hal yang menjadi kunci bagi terbentuknya struktur dan sistem sosial yang toleran, adil, harmonis dan terbuka satu sama lain.
|
|
Last Updated on Thursday, 09 April 2009 12:47 |
|
Read more...
|
|
|
|
|
|