|
|
|
Dari Demokrasi Politik Menuju Demokrasi Sosial |
|
|
|
|
Written by Nuruz Zaman Amin
|
|
Saturday, 16 May 2009 16:12 |
“Kekurangan yang krusial yang diderita oleh ‘elit modern’ di kebanyakan negara, adalah tiadanya hubungan organis antara mereka dengan rakyat, baik di medan politik, sosial maupun budaya, dan bahkan di medan keruhanian dan keagamaan. Karena itu, ketika kita mengatakan bahwa “semua orang menuntut demokrasi” maka kata ‘semua’ disini menyesatkan karena ia bukanlah ‘semua’ secara aktual, melainkan ‘semua’ dalam arti potensial dan kemungkinan belaka…”
|
|
Read more...
|
|
Written by yossysuparyo
|
|
Friday, 15 May 2009 19:25 |
TRADISI BOROS tak terbatas pada perilaku berbelanja. Para jurnalis juga sering melakukan pemborosan, dengan menghambur-hamburkan kata. Pemborosan kata tak menyebabkan pelakunya miskin, tapi tulisan mereka menjadi susah dipahami.Karena itu, kata-kata yang tidak perlu sebaiknya dihilangkan agar kalimat yang Anda buat menjadi kalimat yang efektif.
|
|
Read more...
|
|
Membangun demokrasi dari desa |
|
|
|
|
Written by Irsyadul Ibad
|
|
Friday, 15 May 2009 18:43 |
Dengan lebar geografis yang tidak terlalu luas dan jumlah penduduk yang relatif sedikit, desa di beberapa propinsi sangat mungkin menjadi titik mula proses demokratisasi. Sebagai bagian terkecil dari adminitrasi pemerintahan formal desa sangat mungkin menjadi pendorong proses demokratisasi akar rumput. Ide ini bermula dari yang sederhana yaitu partisipasi penduduk desa dalam rencana pembangunan desa.
|
|
Read more...
|
|
Dunia Akademik Miskinkan Bahasa Indonesia |
|
|
|
|
Written by irsyadul Ibad
|
|
Wednesday, 06 May 2009 17:58 |
Salah satu tradisi yang dapat menghilangkan kosakata bahasa Indonesia adalah penyesuaian (adaptasi) atau penggunaan langsung istilah-istilah ilmiah berbahasa asing di lingkungan pendidikan, terutama perguruan tinggi. Banyak kata yang dapat ditulis atau diujarkan berbahasa Indonesia asli, diterjemahkan atau disesuaikan dengan istilah-istilah asing. Padahal tidak selalu penyesuaian atau penerjemahan tersebut dibutuhkan karena masih ada padanan kata dalam Bahasa Indoensia. Saya tidak bermaksud menuduh lembaga pendidikan bersalah untuk soal ini, tapi hal tersebut adalah bukti tidak terbantahkan.
|
|
Last Updated on Wednesday, 06 May 2009 18:05 |
|
Read more...
|
|
Tradisi yang Menghilangkan Kosakata Bahasa Indonesia (2) |
|
|
|
|
Written by Irsyad
|
|
Tuesday, 05 May 2009 13:20 |
Tradisi kedua yang kerap menghilangkan perbendaharaan kata Bahasa Indonesia adalah penggunaan singkatan secara tidak tepat. Penggunaan yang berulang-ulang menyebabkan orang tidak mengetahui asal kata atau kata-kata yang menyusun pelbagai singkatan. Apalagi jika kebiasaan untuk menggunakan singkatan tidak diikuti dengan kebiasaan untuk memberikan penjelasan atas singkatan.
|
|
Last Updated on Tuesday, 05 May 2009 13:37 |
|
Read more...
|
|
|
|
|
|
|
Page 1 of 3 |