|
Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 st1\:*{behavior:url(#ieooui) } /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin:0in; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) membuat para pemuda harus mengambil peran dalam memanfaatkan TIK untuk menyebarkan gagasan dan berbagai pengetahuan. Sehingga perkembangan TIK mampu disikapi secara positif untuk kemanusiaan dan perdamaian. Atas prinsip itulah maka pada tanggal 28-29 Juni 2009 Komunitas Klik didukung The Wahid Institute, Peacetech dan dukungan pengetahuan dari tim Infest mengadakan pelatihan jurnalistik berbasis TIK. Pelatihan yang diselenggarakan di Wisma Omah Jawi Kaliurang ini diikuti para pemuda di Jogjakarta. Peserta pelatihan sangat beragam dari perwakilan santri pondok pesantren, mahasiswa hingga komunitas dan organisasi kepemudaan di Jogjakarta. Pelatihan ini dikemas ringan dan sistematis. Pelatihan dibuka dengan pemutaran film “The Freedom Writers”. Kemudian pada hari kedua M.Irsyadul Ibad salah satu dari anggota Tim Infest memberikan pengetahuan jurnalistik.
Materi pelatihan jurnalistik fokus pada pengetahuan seputar jurnalisme warga dan pengenalan TIK dari alat hingga pemanfaatan TIK untuk penyebaran informasi dan pengetahuan. Hal penting yang disampaikan pada sesi ini adalah peran pemuda dalam proses pengelolaan informasi. Selama ini sebaran informasi yang dilakukan media-media besar tidak cukup mewakili kebutuhan informasi dan pengetahuan bagi masyarakat. Media besar hanya menyebarkan informasi-informasi elit yang mendukung kepentingan media tersebut. Karena itulah media alternatif yang berbasis pada kemandirian masyarakat lokal penting dihadirkan guna menyebarkan informasi lokal yang tidak terakomodir oleh media besar dan pemuda menjadi bagian tak terpisahkan didalamnya. Sesi berikutnya adalah pengetahuan seputar teknik kepenulisan. Penggunaan bahasa Indonesia yang baik merupakan upaya menjaga identitas bangsa dan prinsip kecintaan terhadap bahasa Indonesia inilah yang ditanamkan pada peserta pelatihan. M.Irsyadul Ibad sebagai fasilitator menyampaikan beberapa fenomena tentang beragam penggunaan bahasa Indonesia yang carut-marut. Bahkan kalangan akademis banyak menyumbang kekacauan tersebut dengan mencampuradukkan penggunaan berbagai kata asing pada karya tulis mereka. Padahal kata-kata berbahasa asing yang dipaksakan bersanding dengan bahasa Indonesia tersebut masih memiliki kata asli dalam bahasa Indonesia. Setelah dua sesi dilakukan dalam forum, peserta yang dibagi dalam empat kelompok mulai menerapkan pengetahuan yang mereka terima lewat rangkaian permainan dalam kegiatan luar ruang, dalam permainan ini setiap kelompok bertugas membuat majalah dinding (mading) yang berisi berbagai informasi yang ada di sekitar lokasi kegiatan.Di setiap permainan kelompok-kelompok peserta akan mendapatkan bahan untuk membuat mading dan saling beradu kreativitas dalam merancang mading tersebut. Peserta pun sangat bergembira dan bersemangat hingga akhir permainan. Di akhir pelatihan komunitas Klik membuat beberapa kesepakatan dengan para peserta untuk melanjutkan proses belajar yang dilakukan pada pelatihan singkat ini dengan merencanakan kegiatan belajar lanjutan. Upaya mengawal para pemuda untuk terus meningkatkan pengetahuan dan kemampuan mereka dalam pengelolaan pengetahuan dan informasi berbasis TIK ini turut juga didukung oleh The Wahid Institute dan Infest sebagai teman belajar.
|