|
Pembaca Miskin Informasi Lokal |
|
|
|
|
Written by Yossy
|
|
Wednesday, 06 May 2009 06:30 |
Pembaca media massa cenderung punya informasi global tapi miskin informasi lokal. Mereka mampu menyebutkan nama sungai terbesar di dunia dibanding nama sungai di desanya. Akhirnya, lahir generasi yang tercerabut dari pengetahuan lingkungannya. 
Demikian kesimpulan simulasi sederhana yang difasilitasi oleh Irsyadul Ibad, Direktur Institute for Education Development, Social, Religious and Cultural Studies (infest) Yogyakarta dalam kuliah jurnalisme warga di Jurusan Sosiologi, Fakutas Ilmu Sosial dan Humaniora, universitas Islam Indonesia. Ibad, demikian sebutan populernya, mengajak para mahasiswa untuk menyebutkan sepuluh benda yang ada di lingkungan perkuliahan, namun tidak semua mahasiswa mampu menyebutkannya.
"Apa nama sungai terpanjang di dunia?" tanya Ibad. Serempak mahasiswa menjawab, "Sungai Nil".
"Sebutkan dua sungai di dekat kampus Anda?" lanjutnya. Mahasiswa terlihat bingung, satu persatu mereka menjawab dengan cara menebak. Bahkan, beberapa mahasiswa yang ditunjuk terlihat kebingungan.
Simulasi sederhana di atas menunjukkan sebagian orang sudah mulai acuh dengan lingkungannya. Nama sungai yang sering mereka jumpai terlupakan, sebaliknya nama sungai di negeri orang sangat hafal. Salah satu manfaat jurnalisme warga adalah mengajak pembaca menengok pengetahuan-pengetahuan yang dekat dengan lingkungannya.
"Kita harus menggali segala potensi yang ada di sekeliling kita. Jurnalisme warga melatih orang untuk perhatian pada pengembangan pengetahuan lokal. Jangan sampai kita asing di daerah sendiri," ujarnya pengelola portal jejaringpengetahuan.infest.or.id ini.
Menurutnya, apabila kesadaran pengetahuan lokal terbentuk maka banyak media yang bisa digunakan. Ada portal, radio komunitas, koran selembar, video komunitas, dan lain-lainnya. Semua media tersebut dapat digunakan untuk menyebarluaskan informasi yang dikumpulkan oleh warga.
"Pilih yang semua dengan kemampuan warga, intinya pengelolaan informasi bisa dilakukan secara mandiri oleh warga," tegasnya.
|
|
Last Updated on Wednesday, 06 May 2009 17:53 |