|
Tradisi yang Menghilangkan Kosakata Bahasa Indonesia (1) |
|
|
|
|
Written by Irsyad
|
|
Tuesday, 05 May 2009 11:55 |
|
Berapa banyak kosakata Bahasa Indonesia yang telah hilang dari perbendaharaan kata sehari-hari? Jawabannya, sangat banyak kosakata Bahasa Indonesia yang hilang, terutama dari ujaran dan penulisan keseharian. Hilangnya kosakata itu diduga terkait dengan cara orang Indonesia untuk menggunakan bahasa dan kata itu sendiri. Kata "tradisi" pada judul tulisan bersambung ini disebabkan karena saya hampir tidak menemukan kata yang tepat untuk menggantikan kata tersebut. Kata tradisi ingin ingin saya gunakan untuk menunjuk sebuah kebiasaan yang terulang-ulang dalam penggunaan bahasa Bahasa Indonesia.
|
|
Last Updated on Tuesday, 05 May 2009 13:18 |
|
Read more...
|
|
|
Pengelolaan Pengetahuan Sebagai Modal Bersaing Organisasi |
|
|
|
|
Written by Yossy suparyo
|
|
Monday, 04 May 2009 07:28 |
Saya ingin menjelaskan bagaimana pengetahuan menjadi faktor penting dalam membangun organisasi. Pada beberapa diskusi yang saya fasilitasi sering muncul pertanyaan tentang topik ini. Sayang, penjelasan yang saya berikan tak pernah tuntas karena waktu yang tersedia.
|
|
Read more...
|
|
Upaya Teater Ruang mengamankan sisa tanggul Budaya |
|
|
|
|
Written by Fathulloh
|
|
Wednesday, 29 April 2009 08:32 |
|
"Bapak ku sopo....ibuk ku sopo...." dan "kaline Banjir, dam e ambrol, banjir henpon, bajir kulkas, banjir tivi, banjir sepeda motor......", "Tooooongggggg, tooong..."
Dialog sosok gadis kecil tersebut mengawali dan menjadi puncak emosi pada Pagelaran Jagongan Wagen edisi April 2009 yang menampilkan pementasan naskah “Plencung Two” Teater Ruang, Senin 27 April 2009 di Padepokan Seni Yayasan Bagong Kussudiardja, Tamantirto, Kasihan, Bantul. Teater RUANG sebagai Kelompok teater yang didirikan pada tanggal 30 Juni 1994 ini, memang sering menggarap pertunjukan dengan tubuh sebagai media utama dan materi minimal sebagai media pelengkap dalam setiap pementasan mereka. Selain itu juga menggarap lakon-lakon berbahasa Jawa yang merefleksikan situasi sosial, serta karakter yang khas dari teater ruang dalam mengangkat isu-isu globalisasi, modernisasi dan arus gempuran budaya asing di negeri ini.
|
|
Read more...
|
|
Written by Fathulloh
|
|
Tuesday, 28 April 2009 19:06 |
|

Yup, lihat lah foto diatas. diambil seorang kawan saat melewati jalan di daerah Krapyak. dia dikagetkan oleh papan iklan di depan sebuah konter. hanya rangkaian deret kata dengan cat putih diatas papan berwarna hitam pekat, rasanya cukup kuat untuk sekedar mencuri fokus para pengguna jalan. pada papan itu tertulis"disini, Beli HP Harga SELANGIT BUKTIKAN !!!" waw sekilas orang yang tak cepat dan cerdas mencerna. pasti akan menangkap makna lain. yakni kios tersebut "akan membeli HP purna pakai dengan harga tinggi". segaris lurus dengan bentuk makna yang ingin dicapai si empunya papan reklame tersebut.mempromosikan dan menyampaikan tawaran yang luarbiasa pada siapapun yang mau menjual HP. namun ternyata menjadi bumerang ketika dengan seksama kita amati kalimat pada papan reklame tersebut.
|
|
Last Updated on Wednesday, 29 April 2009 08:31 |
|
Read more...
|
|
Apakah Jurnalisme Warga bisa Objektif? |
|
|
|
|
Written by Yossy dan Irsyad
|
|
Monday, 27 April 2009 06:01 |
Saat diskusi jurnalisme warga yang diselenggarakan oleh Lembaga Penerbitan Mahasiswa Ekspresi (20/4/2009), pertanyaan objektivitas pada hasil kerja jurnalisme warga mengemuka. Pertanyaan dasarnya, apakah warga yang tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan jurnalistik bisa menulis berita secara berimbang?. Umumnya mereka, jurnalis kampus, menganggap objektivitas menjadi syarat wajib untuk memenuhi standar tulisan jurnalistik.
|
|
Read more...
|
|
Islam Kaffah dan Kekafiran |
|
|
|
|
Written by ibad
|
|
Sunday, 26 April 2009 14:16 |
Ada yang lain dari Kang Jan hari ini. Tidak seperti kebiasaannya tidur selepas subuh, pagi ini ia langsung mandi lalu berpakaian rapi. Wewangian pun ia pakai. Sungguh tak biasa. wewangian itu seperti barang kramat bagi Kang Jan, ia hanya menggunakannya pada hari-hari tertentu saja, seperti saat shalat Jum'at atau shalat idul fitri. Istrinya yang tikdak mendapat pemberitahuan soal rencana Kang Jan hari ini pun dibuat keherananan. Bagaimana tidak, tadi Malam Kang Jan tetap memabuka angkringan sampai Jam 2 dan pagi ini dia tidak tidur lagi. Biasanya selepas subuh Kang Jan langsung molor menikmati kasur. Ia tidur sampai jam 8 pagi lalu berangkat ke pasar membeli kebutuhan angkringan.
|
|
Read more...
|
|
|
|
|
|
|
Page 3 of 7 |