|
|
|
Saya, Facebook dan Autisme Simbolik |
|
|
|
|
Written by Edi purwanto
|
|
Friday, 29 May 2009 08:37 |
Apa yang sedang kamu pikirkan? Itulah pertanyaan muncul setiap kita masuk ke dalam Facebook. Seorang teman sempat risih banget dengan pertanyaan ini. Sehingga pada suatu ketika dia menulis di dindingnya ”Facebook ini goblok banget sich masak udah dijawab masih tanya-tanya terus dengan pertanyaan sama”. Paling tidak itulah umpatan dari seorang teman di dindingnya. Banyak ekspresi yang senantiasa dituliskan di dinding pengguna Facebook. Mulai dari hal politik sampai suasana hati yang tidak menentu.
|
|
Read more...
|
|
Dari Demokrasi Politik Menuju Demokrasi Sosial |
|
|
|
|
Written by Nuruz Zaman Amin
|
|
Saturday, 16 May 2009 16:12 |
“Kekurangan yang krusial yang diderita oleh ‘elit modern’ di kebanyakan negara, adalah tiadanya hubungan organis antara mereka dengan rakyat, baik di medan politik, sosial maupun budaya, dan bahkan di medan keruhanian dan keagamaan. Karena itu, ketika kita mengatakan bahwa “semua orang menuntut demokrasi” maka kata ‘semua’ disini menyesatkan karena ia bukanlah ‘semua’ secara aktual, melainkan ‘semua’ dalam arti potensial dan kemungkinan belaka…”
|
|
Read more...
|
|
Written by yossysuparyo
|
|
Friday, 15 May 2009 19:25 |
TRADISI BOROS tak terbatas pada perilaku berbelanja. Para jurnalis juga sering melakukan pemborosan, dengan menghambur-hamburkan kata. Pemborosan kata tak menyebabkan pelakunya miskin, tapi tulisan mereka menjadi susah dipahami.Karena itu, kata-kata yang tidak perlu sebaiknya dihilangkan agar kalimat yang Anda buat menjadi kalimat yang efektif.
|
|
Read more...
|
|
Membangun demokrasi dari desa |
|
|
|
|
Written by Irsyadul Ibad
|
|
Friday, 15 May 2009 18:43 |
Dengan lebar geografis yang tidak terlalu luas dan jumlah penduduk yang relatif sedikit, desa di beberapa propinsi sangat mungkin menjadi titik mula proses demokratisasi. Sebagai bagian terkecil dari adminitrasi pemerintahan formal desa sangat mungkin menjadi pendorong proses demokratisasi akar rumput. Ide ini bermula dari yang sederhana yaitu partisipasi penduduk desa dalam rencana pembangunan desa.
|
|
Read more...
|
|
Lewat MDS, Warga Kenali Sumber Daya Lingkungannya |
|
|
|
|
Written by Yossy Suparyo
|
|
Sunday, 10 May 2009 13:06 |
Mengenal Desa Sendiri (MDS) merupakan metode untuk memetakan sumber daya di wilayah desa. Metode ini semakin digemari oleh beragam komunitas untuk menggali data, informasi, dan pengetahuan yang bersumber dari komunitas mereka.
MDS berisi rangkaian kegiatan yang memadukan beragam pendekatan dan teknik disiplin ilmu, seperti pemetaan, ilmu hayat, arsitektur, sejarah, dan komunikasi. Misalnya, Karangtaruna Cinangsi, Kecamatan Gandrungmangu, Cilacap membuat film yang menceritakan tentang potensi desa mereka. Mereka merekam kegiatan pasar desa, industri-industri rumah tangga, pengajian, kebun, dan pelayanan kesehatan di Pos Pelayanan Terpadu.
|
|
Read more...
|
|
|
|
|
|
|
Page 1 of 7 |